Sabtu, 18 Juli 2020

KEHIDUPAN

Rayuan Waktu
Bukankah lalu panah itu mengembang?
Lalu mengucurkan buaian hitam?
Apa kesadaranmu tetap kau hilangkan
Walau berbagai nestapa tetap menerjang

Kabarnya ia hilang
Ditelan waktu roda kehidupan
Menerkam, memakan, dan menerjang
Seluruh gerai nestapanya

Kini ia hanya tinggal nama
Nisannya selalu tertawa
Membawa rohnya pada nirwana
Hanya Tuhan yang tahu, ia tetap bahagia atau merana


Sapuan Lembayung
Hari itu tetap ku pegang tanganmu
membasuh berbagai luka pada langkah kakiku
dan merombak sayat pada nestapa
yang kian merusak titipan tubuh Illahi

Apa yang pantas untuk dibanggakan
Jika sang waktu tetap menghancur luka
Menebar benih kebencian
Agar manusia sadar pahitnya raga ini

Bukankah ia datang padamu jua
Mengabarkan sapuan lembayung 
Yang berisikan duri terlindung
Untuk menghancurkan diam-diam
                                                                                

Waktu
Jam itu terus berdering
melontarkan suara pada telinga
Ia membisikkan suatu kata
Agar ingat usia di dunia

Ia terus membayangi manusia
Sebagai pengingat 
Tapi kadang diabaikan
Ia diperhatikan hanya jika manusia butuh

Namun jika saatnya tiba
Manusia takkan berdaya
Waktu pun enggan menolong
Karna masanya telah habis


Kenangan
ingatku pada kisah lampau
yang mengunjungiku pada saat kusendiri
ia tersenyum manis bak bidadari
menyongsongkan senyuman bagaikan senja hidup

ia selalu disampingku
menolak berbagai macam manusia
untuk menyambutku
tapi juga melukaiku

kadang ia pergi saat aku gembira
ia menangis saat aku bahagai
tapi ada saatnya
kami bersama menagis terisak-isak
 

Buatan Itu
buatan itu indah
buatan itu mengagumkan
buatan itu menakjubkan
buatan itu luar biasa

buatan itu hebat
buatan itu kuat
buatan itu wow
buatan itu sangat

buatan itu lelah
buatan itu uasang
buatan itu rusak
buatan itu dibuang

  
Terima kasih 🙏


BIMBINGAN BELAJAR PRESTIGE COLLEGE (PC)
Jalan Cut Nyak Dien No. 234C (Depan TFC)
Rantauprapat

puisi
catatagiat
menulis puisi
membaca puisi
pengertian puisi
catatan
ciri puisi
ruang pengetahuan

KEHIDUPAN

Rayuan Waktu Bukankah lalu panah itu mengembang? Lalu mengucurkan buaian hitam? Apa kesadaranmu tetap kau hilangkan Walau berbagai nestapa t...